Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Opini’ Category

Kesepian yang Sesungguhnya

Setiap kita pernah merasakan kesepian. Mungkin ditinggal pergi oleh seseorang atau sengaja meninggalkannya karena alasan tertentu. Tapi kita sebenarnya takkan pernah benar-benar sepi. (lebih…)

Read Full Post »


Kondisi umat Islam dewasa ini dihadapkan pada persoalan yang amat kompleks, kita mayoritas dari sisi jumlah tapi tidak secara kualitas, baik dari sisi Ekonomi, Sosial apalagi Politik, banyak diantara umat yang nyaris kufur karena berhadapan dengan kondisi fakir. (lebih…)

Read Full Post »

Di penghujung zaman ini, kita acapkali menyaksikan manusia “rakus”, seolah-olah tidak pernah merasa puas dengan apa yang ada dan sedang mereka nikmati, benar kata bijak mengatakan bahwa Manusia tidak akan pernah merasa puas hingga kain kafan membalut sekujur tubuh mereka, andai saja satu gunung emas yang mereka miliki, apa lalu membuat mereka puas?, tidak sama sekali, mereka akan mencari gunung emas baru. (lebih…)

Read Full Post »

Musyawarah Daerah Muhammadiyah ke 13 telah selesai dilaksanakan, 21 pimpinan cabang Muhammadiyah se Kabupaten Kerinci, IMM, IPM, NA, Aisyiyah dan Pemuda Muhammadiyah ikut serta dalam musyawarah tersebut.

Pada awal-awal sidang pleno sempat terjadi ketegangan diforum Musyda, Sidang diwarnai interupsi dari peserta sidang, kritik keras dilontarkan kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah periode 2010-2015, berdasarkan Pantauan Redaksi dilapangan peserta Musyda mempertanyakan tata tertib kenapa tidak dibahas diarena Musyda, “setau kami organisasi manapun tata tertib pasti dibahas di arena Musyda” ujar salah seorang peserta utusan PCM Bunga Tanjung. “Kami akan bertahan dan tetap akan mengikuti musyda ini jika Pimpinan Daerah dapat menjelaskan kenapa tatib tak dibahas diforum ini” sambung utusan dari PCM Pendung Talang Genting. (lebih…)

Read Full Post »

Hiruk pikuk diskusi pemekaran kabupaten Kerinci Hilir masih ramai saja mewarnai pembicaraan warga disetiap sudut desa di Kerinci Hilir, harapan dan cita-cita masyarat Kerinci Hilir ingin membentuk daerah otonomi baru sangatlah besar, maklum masyarakat Kerinci Hilir selama beberapa dekade ini masih belum optimal merasakan keadilan pemerataan pembangunan disemua sektor kehidupan, jika harus berkata jujur “Kamai uhang dile nak nagih janji Bupati Kerinci Adirozal” beberapa tahun lalu disaat kampanye Pilbup. (lebih…)

Read Full Post »

Assalamualalikum Wr, Wb,  halo kawan-kawan sekalian apa kabar lama tidak bertemu, Dalam kesibukan beberapa pekan lalu saya melakukan perjalaanan ke Kota Palembang, Jambi dan Sumatra Barat dalam melaksankan sebuah urusan pekerjaan. Kebiasaan saya, dalam sebuah perjalanan sering kali saya melemparakan wacana kepada masyarakat guna menuai Opini masyarakat tentang sebuah permasalahan. Kemaren saya diskusi tentang reformasi, sungguh di luar dugaan ternyata banyak masyarakan yang mengangap bahwa Reformasi yang terjadi dewasa ini tidak berfungsi untuk membanggun bangsa Indonesia tapi malah menghancurkan bangsa Indonesia.

Dengan simak saya memperhatikan alasan demi alasan mereka, ternyata ada sebuah itibar yang saya ambil. rasa kecewa mereka dipengaruhi oleh, keadaan krisis yang tak kunjung padam setelah gaung penurunan Soeharto 1998, ditopang pula gonjang-ganjing kepemimpinan perbutan Tahta pemerintahan, bahkan dari level paling kecil pun ditingkat desa hingga sampai ke tingkat Presiden yang belum menemukan solusi demokrasi pemilihan yang pas.

Setelah alam reformasi dibentuk, bisa kita lihat yang berkembang hanyalah kecerdasan berpolitik untuk sebagian besar eleman masyarakat. Betul hanya itulah meningkat tajam. Harapan kita adanya peningkatan di bidang pembangunan yang merata serta memadai, keadilam sosial untuk seluruh rakyat INdonesia itu belum sama sekali terlihat.

Persaingan perebutan kekuasaan yang terjadi malah semakin ketat dan merajalela Puluhan orang ditahan atas dakwaan KKN. Kita Indonesia diniatkan akan di Format Ke arah Amerikaisme namun bangsa Ini ternyata belum siap. Jiwa ambisius anak-anak bangsa lebih tinggi dari pada jiwa profesionalisme.

Kekacawuan di Negeri ini terbangun dari kesalah pahaman arti sebuah Reformasi, seharunya Reformasi adalah beranjak dan membangun ulang jiwa kemandirian seraya menghilangkan jiwa terjajah oleh rezim Otoriter Orba kearah Kebebasan Demokrasi Era Reformasi. Kesalah pahaman disini saya maksud adalah disaat sebagian besar menilai serta mengartikan Reformasi sebagai sebuah KESEMPATAN emas untuk menjadi penjajah baru, bukan membina kemandirian masyarakat.

Masih banyak PR para penggerak Reformasi yang belum tertuntaskan, dan jauh sangat dalam harapan masyarakat awam agar bangsa ini bisa menyusun format yang kuat dan paten sesuai dengan jiwa Pancasila yang dibangun sejak kala Soekarno dkk membentuk negeri ini.

By. LGRA

Read Full Post »

2015-vw-beetle-r-line-2-0t_3160-640x427-cCris Lesmana adalah putra kebanggan bangsa ia adalah ahli desain mobil kelahiran Bandung, karya terkenalnya adalah mobil VW Battle, Selain merancang New Beetle, desainer mobil VW asal Indonesia, Chris Lesmana juga mendesain mobil VW lainnya. Nama Chris Lesmana pun terlihat dalam berbagai daftar paten. Seperti dilansir situs resmi US Patent. Chris Lesmana ikut menggarap proyek mobil konsep family dan perkotaan VW yakni VW Up!.
cris lesmanaRancangan Chris lainnya, VW New Beetle juga mendapat pujian dari pihak Volkswagen. Bos Volkswagen Group, Martin Winterkorn sendiri yang memilih sketsa karya Chris Lesmana dari beberapa sketsa karya para perancang mobil lainnya. Hebatnya, sketsa Chris dipakai hampir tanpa perubahan apapun. Frank Bruse, perancang eksterior VW mengatakan pada Autoweek, rancangan Chris sudah sangat bagus hingga hampir tidak ada perubahan lagi dalam realisasinya. Berbeda dengan VW Up!, VW New Beetle dirancang sebagai mobil untuk kaum wanita. Karena tuntutan pekerjaan, Chris kini bermukim di Jerman.

sumber: Detik.com, wikipedia.com

Begitu luar biasanya anak-anak Indonesia. Sebenarnya bumi Merah Putih ini banyak mempunyai talenta yang bisa kita kembangkan. Kita cuma punya satu kekuarangan Kurang Mau untuk bersatu.

Saya punya mimpi agar kita bersatu membangun negeri tetapi entah siapa yang setuju dan entah siapa yang tertarik akan hal itu.

by. Rindra Aniko

Read Full Post »

Older Posts »

%d blogger menyukai ini: