Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Nasional’ Category

Hiruk pikuk diskusi pemekaran kabupaten Kerinci Hilir masih ramai saja mewarnai pembicaraan warga disetiap sudut desa di Kerinci Hilir, harapan dan cita-cita masyarat Kerinci Hilir ingin membentuk daerah otonomi baru sangatlah besar, maklum masyarakat Kerinci Hilir selama beberapa dekade ini masih belum optimal merasakan keadilan pemerataan pembangunan disemua sektor kehidupan, jika harus berkata jujur “Kamai uhang dile nak nagih janji Bupati Kerinci Adirozal” beberapa tahun lalu disaat kampanye Pilbup. (lebih…)

Read Full Post »

Sebagai ikhtiar menanamkan integritas dan nilai-nilai anti korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar Training of Trainiers (TOT) Komite Tunas Sistem Integritas bagi pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi dan unsur Pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Acara yang akan belangsung dari 27 – 29 April 2016 dan diikuti oleh 24 orang Kepala Satuan Kerja Perangkat Kerja (SKPD) serta 6 orang unsur DPRD Prov. Sulsel ini, dibuka langsung oleh wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu’mang. (lebih…)

Read Full Post »

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia kembali membuka program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016, Rekrutmen dilakukan dari bulan Maret – April 2016, untuk informasi lengkap dan detail mengenai prosedural rekrutmen silakan baca poster berikut :

Read Full Post »

Assalamualalikum Wr, Wb,  halo kawan-kawan sekalian apa kabar lama tidak bertemu, Dalam kesibukan beberapa pekan lalu saya melakukan perjalaanan ke Kota Palembang, Jambi dan Sumatra Barat dalam melaksankan sebuah urusan pekerjaan. Kebiasaan saya, dalam sebuah perjalanan sering kali saya melemparakan wacana kepada masyarakat guna menuai Opini masyarakat tentang sebuah permasalahan. Kemaren saya diskusi tentang reformasi, sungguh di luar dugaan ternyata banyak masyarakan yang mengangap bahwa Reformasi yang terjadi dewasa ini tidak berfungsi untuk membanggun bangsa Indonesia tapi malah menghancurkan bangsa Indonesia.

Dengan simak saya memperhatikan alasan demi alasan mereka, ternyata ada sebuah itibar yang saya ambil. rasa kecewa mereka dipengaruhi oleh, keadaan krisis yang tak kunjung padam setelah gaung penurunan Soeharto 1998, ditopang pula gonjang-ganjing kepemimpinan perbutan Tahta pemerintahan, bahkan dari level paling kecil pun ditingkat desa hingga sampai ke tingkat Presiden yang belum menemukan solusi demokrasi pemilihan yang pas.

Setelah alam reformasi dibentuk, bisa kita lihat yang berkembang hanyalah kecerdasan berpolitik untuk sebagian besar eleman masyarakat. Betul hanya itulah meningkat tajam. Harapan kita adanya peningkatan di bidang pembangunan yang merata serta memadai, keadilam sosial untuk seluruh rakyat INdonesia itu belum sama sekali terlihat.

Persaingan perebutan kekuasaan yang terjadi malah semakin ketat dan merajalela Puluhan orang ditahan atas dakwaan KKN. Kita Indonesia diniatkan akan di Format Ke arah Amerikaisme namun bangsa Ini ternyata belum siap. Jiwa ambisius anak-anak bangsa lebih tinggi dari pada jiwa profesionalisme.

Kekacawuan di Negeri ini terbangun dari kesalah pahaman arti sebuah Reformasi, seharunya Reformasi adalah beranjak dan membangun ulang jiwa kemandirian seraya menghilangkan jiwa terjajah oleh rezim Otoriter Orba kearah Kebebasan Demokrasi Era Reformasi. Kesalah pahaman disini saya maksud adalah disaat sebagian besar menilai serta mengartikan Reformasi sebagai sebuah KESEMPATAN emas untuk menjadi penjajah baru, bukan membina kemandirian masyarakat.

Masih banyak PR para penggerak Reformasi yang belum tertuntaskan, dan jauh sangat dalam harapan masyarakat awam agar bangsa ini bisa menyusun format yang kuat dan paten sesuai dengan jiwa Pancasila yang dibangun sejak kala Soekarno dkk membentuk negeri ini.

By. LGRA

Read Full Post »

2015-vw-beetle-r-line-2-0t_3160-640x427-cCris Lesmana adalah putra kebanggan bangsa ia adalah ahli desain mobil kelahiran Bandung, karya terkenalnya adalah mobil VW Battle, Selain merancang New Beetle, desainer mobil VW asal Indonesia, Chris Lesmana juga mendesain mobil VW lainnya. Nama Chris Lesmana pun terlihat dalam berbagai daftar paten. Seperti dilansir situs resmi US Patent. Chris Lesmana ikut menggarap proyek mobil konsep family dan perkotaan VW yakni VW Up!.
cris lesmanaRancangan Chris lainnya, VW New Beetle juga mendapat pujian dari pihak Volkswagen. Bos Volkswagen Group, Martin Winterkorn sendiri yang memilih sketsa karya Chris Lesmana dari beberapa sketsa karya para perancang mobil lainnya. Hebatnya, sketsa Chris dipakai hampir tanpa perubahan apapun. Frank Bruse, perancang eksterior VW mengatakan pada Autoweek, rancangan Chris sudah sangat bagus hingga hampir tidak ada perubahan lagi dalam realisasinya. Berbeda dengan VW Up!, VW New Beetle dirancang sebagai mobil untuk kaum wanita. Karena tuntutan pekerjaan, Chris kini bermukim di Jerman.

sumber: Detik.com, wikipedia.com

Begitu luar biasanya anak-anak Indonesia. Sebenarnya bumi Merah Putih ini banyak mempunyai talenta yang bisa kita kembangkan. Kita cuma punya satu kekuarangan Kurang Mau untuk bersatu.

Saya punya mimpi agar kita bersatu membangun negeri tetapi entah siapa yang setuju dan entah siapa yang tertarik akan hal itu.

by. Rindra Aniko

Read Full Post »

Jokowi Meroket

Masih belum luput dari ingatan kita tentang tragedi pembakaran Mesjid di Tolikora Papua pada saat umat muslim sedang shalat Ied, kini apa kabar para pembakar masjid itu?, tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba saja masjid yang legal secara hukum dibakar, jika alasan intoleran, justru pertanyaannya siapa yang berlaku intoleran?

Selang beberapa bulan dari tragedi pembakaran masjid di Tolikora, kini tragedi beraroma SARA itu terulang lagi, hanya saja sekarang terbalik, Gereja Ilegal yang menjadi sasaran pembakaran oleh umat muslim di Singkil Aceh.

Tragedi sama beda perlakuan oleh Jokowi itulah yang terjadi terhadap umat Islam, ketika umat muslim tolikora sedang melaksana shalat Ied, masjid mereka dibakar dan jama’ah dibubar paksa Presiden Jokowi tidak bereaksi apa-apa, namun ketika Gereja ilegal di Singkil dibakar, Jokowi lansung berkicau ditwitter menanggapi tragedi itu.

Sungguh sangat tidak adil jika pihak penyerang masjid di Tolikara diundang ke Istana oleh Presiden Jokowi, sedangkan umat Islam di Aceh Singkil tidak diundang ke Istana. Bahkan mereka yang melarang umat Islam shalat Idul Fitri di Tolikara, malah menekan Presiden, agar tersangka perusuh di Tolikara dikeluarkan dari tahanan, kini tersangka itu dibebaskan dari penjara.

Sedangkan di Aceh Singkil, umat Islam dalam posisi terpojok sebagai pihak yang bersalah. Padahal, peristiwa Aceh Singkil dipicu oleh pelanggaran hukum yang tidak dijalankan oleh Pemkab setempat. Benarkah semua sama dimata hukum?, [Reference : Islamedia, Hidayatullah, Eramuslim, Islampos]

Read Full Post »

Kabut asap menjelma menjadi Genosida bagi rakyat Indonesia khususnya diwilayah Sumatera & Kalimantan, namun bencana tak kunjung naik status menjadi bencana Nasional, padahal puluhan ribu nyawa kini dikhawatirkan bisa bertahan, Data sementara korban kabut asap / ISPA (Sumatera): (lebih…)

Read Full Post »

%d blogger menyukai ini: