Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Berita’ Category

Makassar – Bertempat di Aula Balai Diklat Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) di Makassar, 35 orang Pejabat Fungsional Auditor Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan diajari melakukan Perhitungan Kerugian Negara/Daerah.

Diklat Perhitungan Kerugian Negara/Daerah bagi Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan ini akan berlangsung selama 3 (tiga) hari, 18 s.d 20 Mei 2016, dan dibuka oleh Kepala Balai Diklat BPK RI di Makassar, Ramlah. serta disaksikan oleh Sekretaris Inspektorat Prov. Sulsel, Syafruddin Kitta. (lebih…)

Read Full Post »

Menteri Sosial Khofifah Indar Paranwasa mengatakan, ibu hamil dan mereka yang mempunyai balita akan mendapatkan dana program keluarga harapan (PKH) 2016 sebesar Rp 1,2 juta. Jumlah ini naik ketimbang tahun sebelumnya yang hanya mendapatkan Rp 1 juta.

“Mereka yang hamil serta mempunyai balita dapat Rp 1,2 juta, akan diterima setahun empat kali pencairan,” kata Khofifah di sela wisuda di Universitas Darul Ulum, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (27/3) dikutip dari Antara. (lebih…)

Read Full Post »

Makassar – Dalam Laporan Tahunan KPK Tahun 2015 disebutkan bahwa kasus korupsi yang terkait dengan pengadaan barang/jasa pemerintah adalah sebanyak 15 kasus dari 58 kasus yang ditangani. Angka inefisiensi pengadaan barang/jasa pemerintah untuk tahun 2015 sebesar 20% atau sekira 160 trilyun rupiah.

Kondisi ini menuntut untuk segera diadakan pencegahan dan pemberantasan korupsi di sektor pengadaan barang/jasa pemerintah. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan melibatkan APIP dalam melakukan pengawasan lebih serius terhadap pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah. (lebih…)

Read Full Post »

Musyawarah Daerah Muhammadiyah ke 13 telah selesai dilaksanakan, 21 pimpinan cabang Muhammadiyah se Kabupaten Kerinci, IMM, IPM, NA, Aisyiyah dan Pemuda Muhammadiyah ikut serta dalam musyawarah tersebut.

Pada awal-awal sidang pleno sempat terjadi ketegangan diforum Musyda, Sidang diwarnai interupsi dari peserta sidang, kritik keras dilontarkan kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah periode 2010-2015, berdasarkan Pantauan Redaksi dilapangan peserta Musyda mempertanyakan tata tertib kenapa tidak dibahas diarena Musyda, “setau kami organisasi manapun tata tertib pasti dibahas di arena Musyda” ujar salah seorang peserta utusan PCM Bunga Tanjung. “Kami akan bertahan dan tetap akan mengikuti musyda ini jika Pimpinan Daerah dapat menjelaskan kenapa tatib tak dibahas diforum ini” sambung utusan dari PCM Pendung Talang Genting. (lebih…)

Read Full Post »

Sebagai ikhtiar menanamkan integritas dan nilai-nilai anti korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar Training of Trainiers (TOT) Komite Tunas Sistem Integritas bagi pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi dan unsur Pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Acara yang akan belangsung dari 27 – 29 April 2016 dan diikuti oleh 24 orang Kepala Satuan Kerja Perangkat Kerja (SKPD) serta 6 orang unsur DPRD Prov. Sulsel ini, dibuka langsung oleh wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu’mang. (lebih…)

Read Full Post »

Lagi sebuah minibus panther yang melintasi jalan Kerinci – Tapan yang akan menuju Pesisir tergelincir kedalam jurang sedalam 50 meter.

Kasatlantas Polres Kerinci Suparyanto saat dikonfirmasi Andalas mengatakan Lokasi kejadian tersebut 2 km menjelang Sako, dari 6 penumpang 1 orang meninggal ditempat akibat tertindih mobil, 5 korban lainnya luka parah.

Saat ini petugas dari Polres Kerinci beserta para pengendara yang kebetulan melintasi jalur tersebut tengah mengupayakan evakuasi terhadap korban kecelakaaan tersebut.

Dengan adanya kejadian ini Kasatlantas Polres Kerinci Suparyanto menghimbau kepada para pengendara agar senantiasa berhati-hati saat melewati akses yang menghubungkan Kerinci – Pesisir tersebut, mengingat kondisi medan yang berbahaya dan juga cuaca hujan.

Ia juga menambahkan agar sebelum bepergian terlebih dahulu para pengendara mengecek kondisi kendaraannya.

Sumber : http://www.beritakerinciupdate.blogspot.com

Read Full Post »

Rekrutmen Pendamping Desa telah selesai dilaksanakan mulai dari seleksi bahan hingga tes tertulis dan wawancara, dimana untuk pendamping lokal desa tes dilaksanakan dikabupaten / kota masing-masing, dan untuk pendamping desa yang berkedudukan dikecamatan tes dilaksanakan di ibukota provinsi. walau jadwal pengumuman seleksi molor dari waktu yang dijadwalkan, dan diprovinsi Jambi diumumkan melalui beberapa media harian jambiekspress dan jambiindependent.

Seyogyanya 1 Oktober para pendamping desa sudah kick off terjun kelapangan sesuai dengan instruksi menteri Marwan Jafar, namun hal itu urung terealisasi, karena sampai berita ini dipublikasi para pendamping desa yang lulus seleksi tampak masih melaksanakan bimbingan dan teknis (bimtek).

Reformasi birokrasi tentu sejalan dengan slogan Revolusi Mental yang dicanangkan oleh Presiden RI, termasuk dalam hal rekrutmen pendamping desa, karena jika tidak demikian mustahil rasanya anggaran satu milyar satu desa (Samisade) yang diluncurkan oleh Presiden Jokowi melalui menteri Marwan Jafar bisa tepat sasaran.

Harapan dan kenyataan justru bertolak belakang, rekrutmen pendamping desa yang diharapkan banyak kalangan berjalan fair dan transparan justru sarat dengan permainan serta kongkalikong oleh orang dalam.

Sudah menjadi rahasia umum, seperti yang diberitakan oleh Liputan6.com, Jpnn.com dan media lainnya, lantaran besaran gaji yang dianggarkan untuk pendamping desa membuat praktek KKN dalam rekrutmen terlihat seperti sesuatu yang lumrah saja dilakukan, bahkan sebagian ada yang terang-terangan.

Berdasarkan informasi yang diterima oleh redaksi, ada calon pendamping desa yang tidak lolos administrasi/bahan, dan tetap ikut tes tertulis dan wawancara justru bisa lolos seleksi, bahkan yang lebih “berani” ada peserta yang tidak mengikuti tes tertulis dan wawancara bisa lolos seleksi.

“Jika sudah ada nama-nama yang lulus sebelum seleksi, lalu untuk apa ada tes ini dan itu, hanya sekedar modus saja, kami telah mengeluarkan banyak biaya tenaga dan waktu serta mengikuti tes sesuai prosedur justru tidak lulus” ujar beberapa orang peserta tes calon pendamping desa yang enggan disebutkan namanya.

Bahkan beberapa media yang menjadi mitra Satker untuk mempublikasi pengumuman hasil seleksi menjadi bulan-bulanan komentar dari para netizen yang merasa kecewa atas hal ini.

Lalu kapankah semua praktek mafioso ini bisa berakhir?..

Read Full Post »

Older Posts »

%d blogger menyukai ini: