Nasional · Opini · Politik

Pemekaran kabupaten Kerinci Hilir kepentingan siapa?

karikatur

Hiruk pikuk diskusi pemekaran kabupaten Kerinci Hilir masih ramai saja mewarnai pembicaraan warga disetiap sudut desa di Kerinci Hilir, harapan dan cita-cita masyarat Kerinci Hilir ingin membentuk daerah otonomi baru sangatlah besar, maklum masyarakat Kerinci Hilir selama beberapa dekade ini masih belum optimal merasakan keadilan pemerataan pembangunan disemua sektor kehidupan, jika harus berkata jujur “Kamai uhang dile nak nagih janji Bupati Kerinci Adirozal” beberapa tahun lalu disaat kampanye Pilbup.

Kini Adirozal telah menakhodai Kerinci 3 tahun lebih, dan janji yang diucapkan dulu, sekarang bisa sedikit membuat masyarakat Kerinci Hilir sumringah, Adirozal (Baca: Adzan) benar-benar responsibility terhadap janji tersebut, alhasil pemekaran Kerinci Hilir tinggal menunggu Paripurna oleh DPRD Provinsi Jambi, berkas pemekaran yang dibutuhkan sudah lengkap, (Alhamdulillah mokasih ngah Adzan..!)

Namun dibalik itu semua ada cerita dan tanya yang membuat kening masyarakat Kerinci Hilir harus kembali mengurunyut (pio pulo nitun?), betapa tidak harapan dan kenyataan ternyata berbeda?.. jangan-jangan, eh jangan – jangan ? (Sitssss !)

Sebut saja dikantor si badu (samaran) yang notabenenya banyak pegawai dari warga Kerinci Hilir harus menyimpan protes dalam hati, usut punya usut mereka sedikit kesal dengan adanya iuran dan sumbangan “sedikit memaksa” diambil dari gaji mereka (nah mule lah toh !), (Astafirullah gayeu positif thinking lah iko dikit pio !) kegunaan iuran dan sumbangan itu tidak lain dan tidak bukan adalah demi percepatan proses pengurusan berkas pemekaran dan tetek bengek yang berkaitan dengan itu (toh bahu mantap dag yo ? ).

Nah, cerita dan tanya masih belum raib dari ingatan “Apo yo nian pemekaran neh untuk kepentingan uhang Kinci Dile?”, sebagian besar masyarakat awam tidak semua masyarakat Kerinci paham dan mengerti apa sebenarnya substansi dari pembentukan daerah otonomi baru kabupaten Kerinci Hilir, maklum keterbatasan pengetahuan & informasi (Mekar kato uhang, mekar pulo kato kito, dag tau poh yang dimakan uhang itu kito ! hehehee).

Tanya pertama yang masih belum terjawab, Bagaimana cerita pemekaran kota Sungai Penuh dari kabupaten Kerinci?, ceritanya masih menyisakan masalah rumit, pembagian asset daerah masih belum tuntas hingga sekarang.

Tanya kedua, bagaimana dengan nasib ibukota kabupaten Kerinci Bukit Tengah, kelanjutan pembangunannya masih dipertanyakan hingga saat ini.

Tanya ketiga, Mungkinkah Mendagri mengabulkan usulan pemekaran Kerinci Hilir, ketika pemekaran kota Sungai Penuh dari kabupaten Kerinci masih menyisakan masalah besar? (mungkin bae dag !)

Sederetan masalah yang mengganjal proses pemekaran Kerinci Hilir masih belum selesai sampai disitu, beredar kabar bahwa pemerintah pusat moratorium pembentukan daerah otonomi baru karena alasan beban keuangan Negara.

Moratorium DOB bagaimana nasib kabupaten Kerinci Hilir?

“Presiden Jokowidodo : Moratorium DOB masih berlanjut” (Republika Online)

Pemekeran Kerinci Hilir untuk kepentingan siapa?

“Hidayat Syarif (Peneliti LIPI) mengatakan, manfaat pemekaran daerah memang belum sepenuhnya tepat sasaran. Selain menjadi permainan elite politik, pembentukan DOB juga jadi ajang korupsi baru, cara yang difasilitasi UU untuk mengeruk APBN. Sebanyak 90 persen DOB masih mengandalkan dana dari pusat untuk menjalankan roda pemerintahan. Pada saat yang sama, masyarakat di DOB banyak yang termarginalkan” (sumber http://www.kppod.org)”.

Ketua Fokal IMM Kerinci Emil Peria ketika diminta tanggapan mengenai pemekaran Kerinci Hilir dengan tegas mengatakan bahwa ini semua hanya permainan elite politik belaka, karena jika harus melihat sederetan masalah yang bakal menjadi penghenti laju proses pemekaran Kerinci Hilir cukup rasional, jika digembar-gemborkan secara berlebihan ini semua jelas murni politik kepentingan elite yang memboncengi isu pemekaran.

Senada dengan hal itu ketua Pemuda Muhammadiyah Irfan Hadi mengatakan pemekaran haruslah melibatkan semua elemen terlebih aktivis muda Kerinci Hilir, jangan ada kesan kepentingan dan digarap oleh oleh kelompok tertentu, dulu saat pemekaran kota Sungai Penuh tidak ada pungutan iuran dan sumbangan dari masyarakat sepenuhnya dari APBD Kerinci, apalagi sampai menjadikan isu pemekaran sebagai “brain Wash” bagi masyarakat awam, ini jelas tidak benar sambungnya. [srj]

Iklan

2 thoughts on “Pemekaran kabupaten Kerinci Hilir kepentingan siapa?

  1. Pemekaran = Lapangan Kerja Baru=pertumbuhan ekonomi, bukan memperkaya segelintir elit. kasihan rakyat. Prosesnya pun harus jelas bukan malah Ada oknum yang dirugikan, Mulai proses awal dari pemotongan gaji PNS seharusnya semua PNS mengetahui baik secara bentuk surat edaran atau instruksi. setidanya ada landasan hukum yang jelas tentang itu.

Mari berdiskusi cerdas

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s