Opini

KEBANGGAN NEGERIKU BAGIAN I -“Tiga Penemuan Indonesia yang mendunia”-

Maaf dengan kesibukan yang banyak kali ini baru saya berkesempatan untuk menuliskan sesuatu lagi, kali ini saya ingin menceritakan tentang  Prestasi negri ini. Indonesia ini bukan bangsa yang bodoh ada banyak torehan prestasi anak bangsa yang patut kita banggakan, namun sayang entah isu dari mana yang membuat kita membatasi nilai kemampuan kita sebagai bangsa yang cerdas, dan kadang kala secara pribadi kita mengangap diri kita bodoh dan tidak mampu bersaing ke kancah dunia. Saya rasa pola fikir lah yang membuat kita tidak bisa berkembang, , maksud saya kempuan berkembang itu bukan tentang mampukah kita, akan tetapi maukah kita.

Saya pernah dapat istilah  I am Human so i have no low on my mindset artinya saya manusia maka tidak ada hukum yang mengatur pikiran saya, fisik boleh terpenjara tetapi tidak dengan berfikir, kita mempunyai kemerdekaan dalam pemikiran, parameternya sejauhmana kita bebas mengembangkan fikiran kita sejauh itulah kita bisa menjadi manusia yang seutuhnya. Jika kita menganggap diri kita bodoh maka berarti kita telah membatasi fikiran kita untuk bertindak dan kita tidak akan bisa berkembang seperti layaknya manusia. Kata kuncinya pembatas adalah hanya berada di fikiran saja bukan tindakan.

Oke lansung saja mungkin saya tidak akan menjelaskan teori tentang bagaimana melejitkan kemampuan berfikir kita karena mungkin akan saya jelaskan pada sesion yang lain, kali ini saya akan menjelaskan segelintir kebanggaan bangsa Indonesia yang mungkin bisa merubah paradigma pemikiran yang salah bahwa kita adalah bangsa yang lemah /bodoh.  Dan mudah-mudahan meninspirasi dan membangkitkan putra-putra terbaik Indonesia untuk kembali bangkit dan berjuang.

TIGA PENEMUAN BANGSA INDONESIA YANG MENDUNIA

Sebetulnya sangat banyak penemuan bangsa Indonesia namun kali ini cukup saya uraikan 3 (tiga) saja. Karena terlalu panjang jika saya uraikan keseluruhan disini mungkin saya akan uraikan pada sesion berikutnya :

PERTAMA TEKNOLOGI 4G (LTE)

dr-eng-choirul-anwar1Teknologi ini ditemukan oleh Dr.Eng.Khairul Anwar alumni Institut Teknologi Bandung Meraih Prediket Cumlaude alumni terbaik dari ITB dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) pada tahun 2000.  Dr.Eng Khairul Anwar adalah anak dari almarhum Sudijarto dan Suti Patmi tempat kelahiran Kediri, Lahir pada 22 Agustust 1978

Setelah bekerja di perusahaan IT Jakarta kemuadian ia melanjutkan pendidikan ke S2 dan S3 nya di Nara Institute of Saind and Teknologi  (NAITS) di Jepang. Sederet Prestasi yang iya proleh adalah Pada tahun 2006, ia juga pernah menerima IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS), di California. Khoirul juga mendapat penghargaan bidang Kontribusi Keilmuan Luar Negeri oleh Konsulat Jenderal RI Osaka pada tahun 2007. Bahkan ia berhasil mendapatkan beasiswa S2 dari Panasonic, dan beasiswa S3 dari perusahaan Jepang.

Dr.Eng.Khairul Anwar bekerja di Jepang Sebagai Dosen di laboratoriom Information Theory and Signal Processing, Japan Advanced Institute of Science and Technology.

Penemuannya adalah  teknologi 4G LTE berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) Temuannya ini kemudian mendapatkan penghargaan Best Paper untuk kategori Young Scientist pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan. Kini hasil temuan yang telah dipatenkan itu digunakan oleh sebuah perusahaan elektronik besar asal Jepang.

Saya tidak akan menguraikan bagaimana sistem kerjanya karena cukup rumit dan juga tekologi sinyal bukan jurusan saya, nanti silahkan rekan pembaca browsing sendiri dan mempelajarinya.

SISTEM PEMINDAI 4 DIMENSI (ECVT)

DR warsitoMungkin berkenaan dengan ini bisa jadi agak bingung baikla saya akan jelaskan sedikit yang dimaksud dengan sistem pemindai 4 dimensi.

Pada dasarnya, teknologi ECVT adalah teknologi scanning atau fotokopi yang bisa melihat secara real time dan 3 dimensi gerak bahan di dalam boiler, reaktor industri, pipa, dsb,meskipun bertekanan dan bersuhu tinggi. Teknologi ECVT bisa diterapkan di berbagai bidang mulai dari bidang industri, kedokteran, pertambangan, proses kimia, body scan untuk keperluan security,pencitraan aktifitas di dalam gunung berapi atau semburan lumpur panas,dll.
Bangganya teknologi ini dipakai oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA). “Guna penerapan pada pemindaian obyek dielektrika pada saat misi antariksanya,” demikian tulis editorial jurnal Industrial and Engineering Chemistry Research edisi Januari 2009, yang diterbitkan oleh American Chemical Society. NASA, dalam jurnalnya yang dipublikasikan di Measurement Science and Technology yang terbit di Inggris, menyatakan telah memanfaatkan teknologi ECVT untuk memindai keberadaan air di permukaan luar pelapis sistem pelindung panas pada dinding pesawat ulang-aliknya. Teknologi ECVT mampu menghasilkan citra volumetrik dan real time dari konsentrasi air yang terakumulasi pada dinding luar pesawat ulang-alik.

Teknologi ini ditemukan oleh DR. Warsito lahir di Karangannyar 12 Mei 1967, Jurusan Teknik Kimia Universitas Gajah Mada (UGM). Namun pada semester pertama karena mendapatkan beasiswa, Ia melanjutkan studi Teknik Kimia di Jepang. Studi S-1, ia tempuh di Tokyo International Japanese School tahun 1988. Kemudian ia melanjutkan S-2 di Shizouka University jurusan Chemical Engineering, lulus tahun 1992. Masih di universitas yang sama, Warsito meraih gelar M. Eng tahun 1994 dan gelar Ph.D Electronic Science and Technology tahun 1997.

Di universitas tersebut, Warsito pernah menjadi staf peneliti dan asisten dosen selama 2 tahun. Saat menyelesaikan tugas akhir mahasiswa S-1 di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia, Universitas Shizuoka, Jepang, tahun 1991.

PONDASI CAKAR AYAM

SujimantoProf Dr Ir Sedijatmo lahir di Karanganyar, Jawa Tengah pada tahun 1909 beliau adalah seorang insinyur Indonesia. Sedyatmo yang sering dijuluki “Si Kancil” karena terkenal karena banyak akalnya menempuh pendidikan di Technische Hogescholl (THS) (sekarang ITB) Bandung. Selesai dari THS pada 1934, Sedyatmo bekerja sebagai insinyur perencanaan di berbagai instansi pemerintah.

penemuan ini bermulai saat iya harus mendirikan 7 menara listrik tegangan tinggi di daerah rawa-rawa Ancol Jakarta. Karena waktunya sangat mendesak, sedangkan sistem pondasi konvensional sangat sukar diterapkan di rawa-rawa tersebut, maka dicarilah sistem baru ,Lahirlah ide Ir Sedijatmo untuk mendirikan menara di atas pondasi yang terdiri dari plat beton yang didukung oleh pipa-pipa beton di bawahnya. Pipa dan plat itu melekat secara monolit (bersatu), dan mencengkeram tanah lembek secara meyakinkan.

Oleh Sedijatmo, hasil temuannya itu diberi nama sistem pondasi cakar ayam. Menara tersebut dapat diselesaikan tepat pada waktunya, dan tetap kokoh berdiri di daerah Ancol yang sekarang sudah menjadi ka wasan industri. Bagi daerah yang bertanah lembek, pondasi cakar ayam tidak hanya cocok untuk mendirikan gedung, tapi juga untuk membuat jalan dan landasan. Satu keuntungan lagi, sistem ini tidak memerlukan sistem drainase dan sambungan kembang susut.

Pondasi cakar ayam ini kemudian digunakan di Bandara Juanda, Surabaya yang memungkinkan landasan menahan beban hingga 2.000 ton atau seberat pesawat super jumbo jet. Selain di Indonesia teknologi yang sudah dipatenkan ini juga digunakan di 9 negara lain, seperti Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Belgia, Kanada, AS, Belanda.

Pada akhir tulisan ini saya ingin mengingatkan bahwa kita bangsa Indonesia adalah bukan bangsa yang bodoh, jangan sekali-kali mengangap bangsa kita adalah bangsa yang bodoh. Bodoh itu rasa bukan sifat bawaan, jika kita merasa bodoh maka kita akan bodoh. Namun jika kita merasa pintar maka kita akan pintar.

Sumber: wikiperdia.com, inibangsaku.com, sain.kompas.com

By : Rindra Aniko

Iklan

Mari berdiskusi cerdas

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s