Opini

Fenomena Kesurupan Massal, adakah?

Sebuah fenomena yang barangkali sangat jarang saya jumpai disetiap moment kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Kerinci, Kepanikan kolektif sekaligus rasa takut yang terlihat dari kader-kader IMM Kerinci. Betapa tidak ditengah hiruk-pikuk masyarakat lagi sedang hening, jarum jam menunjukkan angka 22.00 sebuah waktu yang mungkin semua orang sedang asyik merebahkan jasmaninya ditempat peraduan empuk nan memanjakan.
Malam itu adalah malam ke-2 kegiatan Darul Arqam Dasar, sebagaimana malam-malam sebelumnya para peserta setelah bersantap malam kembali ke tempat belajar yang juga tidak jauh dari rumah penginapan panitia, beberapa rekan-rekan instruktur dan beberapa orang panitia sedang bincang-bincang sambil mengoreksi resume yang dikumpulkan oleh peserta DAD, Malam itu kami juga kedatangan tamu Kakanda Ketua Pemuda Muhammadiyah dan beberapa orang Ayunda yang kebetulan juga hadir dilokasi DAD.
Ketika sedang asyik berbincang-bincang, dari arah tempat belajar peserta seorang rekan panitia yang melapor bahwa ada salah seorang peserta “Kamasun”  atau kesurupan, kami kaget dan sempat tidak percaya, betapa tidak padahal awalnya semua baik-baik saja tidak sesuatu yang ganjil. setelah kami cross check ke tempat belajar benar saja salah seorang perserta yang berteriak histeris yang kelihatanya memang sedang “Kamasun” alias kesurupan jin. Sontak saja peserta lain juga sepertinya ketakutan massal sehingga suasana menjadi sedikit panik dan tidak terkendali. 
Masih dalam suasana bingung saya tanya instruktur yang kasih materi siapa dan materinya apa ? kok bisa terjadi kesurupan seperti ini. Mendengar laporan dari rekan-rekan instruktur membuat kami sedikit kesal dengan pemateri yang mungkin jauh lebih paham akan psikologi peserta DAD, berharap beliau bisa menyampaikan materi sesuai dengan Tupoksi yang kami berikan, namun justru lain yang disampaikan kepada peserta, saya lebih suka menyebutnya dengan sebuah kalimat “Sekedar unjuk keunggulan kebablasan”.
Suasana semakin panik tidak terkendali manakala jumlah peserta yang kesurupan makin bertambah, belum lagi pressing dari tokoh masyarakat setempat yang merasa sedikit terusik dengan fenomena ini, Alhamdulillah semua bisa dikendalikan setelah bantuan dari Kakanda Pemuda, ayahanda PDM Kota dan beberapa orang yang lebih paham akan fenomena itu. Disatu sisi saya selaku pimpinan amat bersyukur dengan fenomena ini bisa memberikan sedikit motivasi untuk menggali apa itu kesurupan.
Menurut Kakanda Heldison, MA (Pemuda Muhammadiyah): 
“Bahwa fenomena kesurupan atau kerasukan jin adalah benar adanya, salah satu indikator penyebabnya kata beliau karena kondisi psikis seseorang sedang kosong, letih, atau rasa takut yang berlebihan terhadap Jin / hantu. Masih menurut Kanda Heldison, bahwa jin itu tidak akan mengganggu manusia, selagi manusia tidak mengganggu atau menyeru / memancing kedatangan jin dengan sebuah ritual-ritual atau bacaan khusus yang sifatnya bisa membuat sugesti rasa takut yang begitu dahsyat terhadap pikiran seseorang, sehingga mempengaruhi perasaan normalnya yang pada akhirnya akan kehilangan keseimbangan dan kesadaran yang memudahkan jin untuk merasuk masuk kedalam tubuh korban.”
Berikut dikutip dari Penyataan KH. M. Arifin Ilham (Rumah Ruqyah) diantara sebab sebab manusia mudah Kesurupan atau kerasukan Jin “Kamasun” adalah:
  1. Banyak makan yang haram (QS Al Baqoroh : 275), berarti ia membangun ruangan syetan dalam tubuhnya.
  2. Budak nafsu (QS Al A’rof : 175), orang berzina bisa lebih kuat ketimbang dengan istrinya yang halal karena saat berzina syetan Jin menyertainya
  3. Jin yang jatuh cinta pada manusia atau sebaliknya,
  4. Adanya perbuatan manusia yang menyakiti jin, seperti tertabrak, tersiram air panas, terkena lemparan atau tembakan yang dilakukan oleh manusia,
  5. Perbuatan zhalim jin kepada manusa, bagian dari permusuhan antara setan dan manusia (QS Al A’raf 16-17).
  6. Karena jin itu di panggil melalui ritual atau zikiran menyimpang yang sengaja menghadirkan arwah (jin-jin), “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan“ (QS Al Jin: 6), 
  7. Karena jin itu dimasukkan atau diperintah oleh tukang sihir, dukun dan sejenisnya.
  8. Karena ada perjanjian yang pernah dilakukan oleh leluhurnya ( keturunan), biasanya jin akan ikut atau merasuk ke salah satu keturunan org yang pernah memeliharanya. 
Sarjoni
Ketua Umum IMM Kerinci
Iklan

Mari berdiskusi cerdas

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s