Opini

Mediaku dimana suara hati nuranimu?

kenapa media kita?
Kisah liku-liku perjalanan panjang sejarah bangsa indonesia yang bisa di kita kaji hingga sampai sekarang ini, tidak bisa dilepaskan dari peran besar media yang telah me-record, menyimpan dan mempublikasikan untuk dikonsumsi masyarakat luas, sebuah andil besar memang betapa tidak, tidak terbayangkan dunia ini tanpa media, generasi di abad 21 ini tidak akan mengenal nama besar tokoh proklamator Bung Karno, begitu pun rentetan perjuangan memerdekan bangsa Indonesia baik upaya secara fisik maupun upaya secara politik tidak akan sampai menyejarah seperti yang dipbulikasikan berulang-ulang baik di media cetak maupun elektronik disaat sekarang ini.
Sebuah Perjuangan sekaligus pengabdian yang tiada tara dari media kepada bangsa besar bernama Republik Indonesia ini, kita semua tentu memberikan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada media yang bersama para bunga bangsa berada digarda terdepan berjuang hingga titik darah penghabisan demi terwujudnya kemerdekaan bangsa besar bernama Indonesia.dan media telah mengukir prestasi yang amat prestesius di batu prasasti sejarah panjang bangsa Indonesia. 
Mediaku mana suara kebenaranmu
Namun apa yang kita harapkan terkadang sedikit bergeser bahkan bertolak belakang dari harapan, media adalah ujung tombak perubahan bangsa, tapi terkadang justru media sepertinya lebih membela kepentingan oknum daripada berkata jujur dan apa adanya kepada rakyat bumi pertiwi. di era globalisasi ini semua serba cepat, penyebaran informasi semudah sentuhan klik mouse, maka disini peran media cukup sentral dalam meluruskan opini-opini sesat yang menggiring publik ke arah paradigma yang bisa merusak kerukunan dan keutuhan bangsa.
Ketidakadilan dalam pemberitaan media membuat publik retak dan bahkan hingga berujung ke perbuatan kriminal, yang benar malah diberitakan salah, yang salah diblow up menjadi benar. bahkan lebih keji lagi fakta yang sesungguhnya yang mestinya diberitakan tapi justru dijungkir balik, sehingga masyarakat latah lalu secara sepihak menarik kesimpulan dan memvonis salah sesuatu yang seharus mendapat pembelaan. 
 Media dimana independensimu
Kita semau tentu berharap media bisa kembali ke tujuan dan fungsinya ditengah-tengah keadaan yang makin tidak menentu, karikatur diatas mencerminkan betapa tidak adilnya suara media, seharusnya media berbicara fakta dan realita yang sesungguhnya, suara hati nurani media ditunggangi oleh kelompok yang hanya mengejar kepentingan tertentu namun mengorbankan jutaan nyawa yang tidak berdosa. hampir sulit kita temukan media yang benar-benar lepas bebas dari belenggu intervensi kepentingan.
Iklan

Mari berdiskusi cerdas

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s