Suara Hati

Di sana, dibalik semua pintu yang tertutup, tersisa kepedihan-kepedihan antara laki-laki dan perempuan, yang kepedihan-kepedihan ini pada saat tertentu sampai pada percekcokan atau anarkisme, dan kadang memuncak pada tegangnya urat saraf. Dan tak pelak lagi, kata-kata yang diinginkan terlontar begitu saja, karena ia sedang dalam keadaan marah. Pada saat marah, mata hati menjadi buta dan logika kehilangan kendali, pada saat yang genting ini, salah satu pihak harus tenang dan terkendali, karena itu adalah waktu yang begitu sulit. Apabila salah satu tambah memperkeruh, ia akan terputus dan bencana tidak dapat dihindari. Yang paling menyakitkan dan membuatkanku kehilangan kontrol adalah kata-katamu : Ceraikankan aku! Ceraikan aku! Karena kau mengulanginya dalam satu bantahan sampai dua puluh kali.

Bayangkanlah kekasihku, seandainya secara spontanitas aku menceraikanmu, maka apa yang akan terjadi? Persoalan tentunya akan bertambah gawat, dan unsur-unsur yang lain akan ikut terkena getahnya : keluargaku dan keluargamu, dan persoalan akan bertambah besar yang terkadang harus di bawa ke meja hijau.pertikaian antara dua keluarga akan bertambah rumit; dan sebabnya adalah buruknya sikap pada waktu tertentu. Lalu setelah itu siapa yang akan membayarnya?.

Engkau, tentunya. Belumkah kau mengerti dengan karakterku setelah sekian lama kita mengarungi bahtera rumah tangga beberapa tahun dalam samudra kehidupan dan bingkai perkawinan ? aku adalah adalah laki-laki yang fair, sabar dan tulus. Yang aku minta darimu hendaknya membiarkan aku tenang dan berpikir jernih dulu,dan setelah itu datangilah aku dan minta untuk diceraikan setelah aku tenang, jika kata-kata itu bisa membuatmu tenang.

Wahai kekasihku, perceraian bukanlah gendang yang dimainkan, perceraian adalah satu kata yang dampaknya begitu besar : terlantarnya anak-anak dan terlepasnya ikatan kita, aku tidak suka mengusirmu dab memutuskan ikatan kita ; engkau istriku dan aku mencintaimu. Barangkali kamu ingin tahu sejauh mana cintaku padamu, dan oleh karena itu kau menggunakan talak sebagai senjata untuk meminta bukti agar engkau tahu seberapa besar cintaku padamu.

Engkau adalah darahku yang mengalir dalam urat-urat sarafku; jika kau pergi ari kehidupanku, mungkin aku akan mati kesedihan. Akan tetapi jangan kau beli cintaku ini dengan membuatku ini dengan membuatku terkejut dan melangkahi harga diriku. Jangan kau jadikan cintaku itu sebagai alat untuk membuatku rendah diri; barangkali kau berkata, bahwa engkau tidak tercipta untuk menanggung amarahku. Ya, itu memang benar adanya. Akan tetapi jarang sekali aku marah, wahai istriku, dan jika itu memang menimpamu, pasti karena ada sebabnya.

Hidup ini memang unik: barangkali masalah-masalah yang kita hadapi sepele bila kita bandingkan dengan masalah orang lain, akan tetapi jangan hanya melihatnya dari satu sisi saja, karena disitu ada faktor-faktor yang mengitari masalah tersebut yang membuatnya bertambah gawat: suasana yang melingkupi, kecapaian jiwa, persoalan-persoalan kesulitan ekonomi yang kadangkala membangunkan manusia dari tidur lelapnya dan menggelayutinya dengan perasaan gagal dan sedih, dan ia tidak memahami sebabnya. Oleh karena itu, persoalan-persoalan tergantung kepada orang yang menghadapinya; yang bisa terlihat kecil dan yang menjadi besar, meski pada dasarnya kecil.

Aku berharap kepadamu kekasihku, agar engkau menarik tuntutan ceraimu. Aku tidak suka kata-kata cerai kau jadikan senjata untuk memberangus apa yang telah kita bangun selama bertahun-tahun, bahkan ia juga akan mematahkan hubungan diantara kita diakhirat kelak.

Rasullullah Saw. Bersabda:

“Siapa saja perempuan yang meminta cerai dari suaminya tanpa dosa, maka haram baginya semerbak wangi surga”. Renungkan itu,

Aku bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keselamatan dirimu, dan anak-anakku khususnya keluarga besar kita, baik di dunia dan diakhirat kelak. Wahai istriku hidup memang tidak luput dari masalah, tetapi tidak mesti kita menyerah kepada masalah, karena sesungguhnya dengan masalah ini membuat kita semakin tertempa dan menjadi lebih bijaksana. Wahai istriku kuharap kau bisa merenungkan semua kata-kataku ini, betapapun pahitnya dan rumitnya masalah kita, perceraian bukanlah jalan yang terbaik.

Wassalam…

  1. Jadi, janganlah pasangan suami istri bercerai kalo tiada penyebabnya. :(

  2. bgus bgt nich kata2x..aq suka.thnks ya????ad kta2 lain gak..bgi donk.?!!!!

  3. Dari Abu Abdulloh bin ‘Amr Rodhiyallohu ‘Anhuma bahwa Rosulullooh Sholalloohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Dunia ini adalah perhiasan/kesenangan dan sebaik-baik perhiasan/kesenangan dunia adalah wanita sholihah.” [HR. Muslim: 3649, Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad]

    Dalam lafazh lain:

    “Sesungguhnya dunia ini adalah perhiasan dan tidak ada di antara perhiasan dunia yang lebih baik daripada wanita sholihah.” [HR. Ibnu Majah: 1855]

    Dalam lafadz lain:

    “Sesungguhnya dunia ini seluruhnya adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholihah.” [HR. Ahmad 2/162]

  4. Wow this game looks epic. How is a guy supposed to get any work done with amazing distractions like this?!?!

  5. beruntungnya tokoh istri memiliki suami seperti cerita (entah fiktif atau nyata) dalam artikel tersebut. :-)

Buat Sebuah Link DoFollow ke Web/Blog Anda (Karena PageRank Blog ini 3) dengan mengetik Komentar di bawah ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s