STAIN Kerinci

Mewujudkan STAIN kerinci menjadi sebuah Universitas Islam Negeri Kerinci atau UIN Kerinci memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak kendala dilapangan yang merintangi jalan menuju keinginan tersebut. STAIN Kerinci memang cukup lama berdiri dan berkiprah di dunia pendidikan, setidaknya telah banyak malang melintang dalam melahirkan kader-kader Pemimpin bangsa yang benar-benar siap untuk Memimpin paling tidak memimpin diri sendiri dengan tetap berpijak dan berpegang kepada Al-qur’an dan Al-hadits.

Namun demikian tampaknya pengalaman yang begitu “cukup”, umur yang begitu “mapan” ternyata belum bisa menjamin kalau STAIN Kerinci bisa mewujudkan mimpinya menjadi UIN Kerinci. Haruskah kita menyalahkan STAIN kerincinya. Terlalu lancang kalau STAIN Kerincinya yang disalahkan, Jangan mengkambing hitamkan STAIN Kerincinya. Jangan melempar batu lalu bersembunyi tangan. Sebenarnya kalau kita semua mau jujur dan terbuka dengan keadaan, kita semua pada dasarnya bersalah. Lantas dimana letak kesalahan kita ? inilah yang mesti kita renungkan dan kita introspeksi dimana sebenarnya letak kesalahan kita selama ini.

Kebanyakan kita hanya bisa melempar kesalahan, menghitung-hitung kesalahan orang lain. Mempropagandakan dan mencap bahwa orang itulah yang bersalah, orang itulah yang harus bertanggung jawab tetapi tidak pernah mencoba menghitung-hitung kesalahan sendiri. Perlu digaris bawahi apakah dengan menuding dan mempraduga serta merta masalah dilingkungan khususnya negara STAIN Kerinci akan selesai. Bukankah di dalam Al-qur’an telah diajarkan kepada kita bahwa sesama muslim harus saling menasehati dalam kebenaran.

Anda mungkin sedikit emosi dan tidak terima perlakuan yang seperti  tidak ada hitam putihnya karena anda merasa tidak bersalah lantas dianggap bersalah, menurut saya itu adalah hal yang wajar dan manusiawi, jika anda bereaksi saya maklumi, asal jangan sampai bertindak anarkis dan membabi-buta, dan mungkin juga anda bertanya apa sebenarnya problema yang melanda STAIN Kerinci, anda merasa biasa-biasa saja, tidak ada pelanggaran HAM tidak perampasan Hak , merasa tidak merugikan dan tidak pula dirugikan. Semua berjalan di manzilah-manzilahnya masing-masing.

Tulisan ini saya terbitkan semata-mata karena saya sangat prihatin dan sedih dengan nuansa akademik/perkuliahan di STAIN Kerinci, saya sangat tidak terima kalau yang harus menjadi korbannya adalah generasi-generasi dan para kader-kader terbaik bangsa. Mungkin hanya angan-angan kosong belaka kalau kita ingin menjadikan STAIN kerinci sebuah Universitas Islam Negeri kerinci. Jangan pernah bermimpi untuk bisa melangkah lebih jauh, kita jangan maruk menuntut hak kalau tidak mau berbenah diri.

Lantas berbenah diri yang bagaimana ?, berbenah diri yang saya maksudkan disini adalah berbenah dari kesalahan-kesalahan yang lalu, taubat yang sebenar benar taubat, bukan taubat “sambal lado”. Sekarang mari kita sedikit merenungkan kata-kata AA Gym, mulailah dari diri sendiri, mulailah dari sesuatu yang kecil, dan mulailah dari sekarangng juga. Bukankah Rasullullah pernah bersabda, “orang yang hari ini lebih buruk dari kemaren maka orang itu akan hancur, jika hari ini sama dengan hari kemaren maka orang itu akan merugi, dan jika hari ini lebih baik dari kermaren maka orang itu akan memperoleh keberuntungan. Sekarang mari bersama kita bahu membahu agar Negara Indonesia pada umumnya, dan Negara STAIN Kerinci pada khususnya. Lebih baik dari hari-hari kemaren. Jangan pernah memandang sebelah mata sebuah problema yang sepele, karena boleh jadi problema sepele tersebut bisa menjadi, problema besar yang akan berakibat pada kehancuran. Wassalam…..!!!!!             

  1. stafff stain kerinci ya…
    kebetulan abang ane juga staff disana dan ane juga asli orang kerinci hehehe

  2. duuuuuuh hebat bener to STAIN Kerinci yang berambisi jadikan kampusnya menjadi universitas
    salam buat sahabat aktivis kampus di STAIN Kerinci
    by Ryo STAI Madinatun Najah Rengat Riau

  3. gg mungkinnnnnnnnnnnn

  4. Ahmad Muttaqin

    saya mengutip kesimpulan dari penyataan rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, (Prof. Imam Suprayogo) UIN Maliki Malang telah melalui liku-liku perjalanan yang panjang dalam melangkah menuju UIN (dari IAIN, STAIN, UIIS, terakhir UIN), sekarang menjadi kampus yang megah dan menjadi percontohan bagi pengembangan pendidikan islam di indonesia. akan tetapi perlu diketaghui bahwa kampus ini dibuat sedemikian rupa (ibarat kandang srigala) tapi jika ternyata yang mengisi ternyata sejenis bebek maka hal itu kurang proporsional.
    Nah…dari kalimat di atas bisa di tangkap sendiri apa makna tersembunyi di dalamnya. agar jangan asal ingin menjadi UIN, UIN DAN UIN.
    Muttaqin, (Mahasiswa PPS UIN Malang) dari Muara Tebo.

  5. Bung..Setiap upaya u/ berubah selalu menggelisahkan dan meresahkan tapi itulah harga yang harus dibayar u/ menghindari kebekuan. Upaya u/ berubah dari STAIN menjadi universitas memang membutuhkan resource yang besar, o/ karenanya tidak cukup hanya melibatkan intern STAIN, tapi dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak termasuk pemerintah lokal sampai kepusat, bahkan pada level tertentu butuh negosiasi politik

  6. ni teruskan kritik stain karena stain akan maju kalau di beri nasehat ….
    ]

  7. harfan d' frank

    stain kerinci…………
    i love u….
    mju kan truz pendidikan kerinci n’ sungai penuh..

  8. gimana stain mau maju kita aja jarang belajar,,,,, tlong donk di benahi sistem pembelajaran kita,,,, jangan lupa dosen2 tukan di gaji laksanakan donk……….. tugasnya dengan baiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiik

  9. Aw, this was a really nice post. In thought I would like to put in writing like this moreover – taking time and actual effort to make an excellent article… but what can I say… I procrastinate alot and on no account seem to get one thing done.

  10. Excellent information here. This interesting post made me smile. Maybe if you throw in a couple of pics it will make the whole thing more interesting.

  11. Good article once again. Thumbs up.

  12. Its a really great post iv saw, thanks!

  13. Good article , thanks and we want more! Added to FeedBurner as well.

  14. I found your site on technorati and read a few of your other posts.

  15. Oh my goodness! an amazing article dude. Thank you However I am experiencing issue with ur rss . Don’t know why Unable to subscribe to it.

  16. Took me time to study all the comments, but I truly loved the post. It proved to be Really useful to me and I’m certain to all of the commenters here! It is usually nice whenever you can not only be informed, but additionally entertained! I’m certain you had enjoyable writing this article.

  17. Setiap perjuangan untuk menuju ke arah yang lebih baik sudah pasti melalui jalan panjang dan berliku, tak ada yg tidak mungkin. STAIN bisa menjadi UIN kalau benar2 diperjuangkan oleh orang yang sungguh2 menginginkan majunya Pendidikan Agama di Bumi Sakti Alam Kerinci. Maju terus jangan pernah menyerah.berikan kontribusi Positif untuk negeri tercinta…. Wassalam

  18. salam kenal…saya agus hamdani dari stain metro

Buat Sebuah Link DoFollow ke Web/Blog Anda (Karena PageRank Blog ini 3) dengan mengetik Komentar di bawah ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s